![]() |
| Kunjungan mahasiswa Pendidikan Sejarah Untan di Museum Kapuas Raya (28/4) (Dok. Katarina K) |
Penulis: Katarina Karin
Mahasiswa pendidikan sejarah Universitas Tanjungpura (Untan) angkatan tahun 2024 melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) II di daerah Tayan, Sanggau, dan Sintang. Kegiatan ini merupakan salah satu dari mata kuliah wajib di semester 4, yang berfokus pada pembelajaran langsung di lapangan untuk mengeksplorasi peninggalan bersejarah dan realita masyarakat maupun kebudayaannya. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari KKL I sebelumnya yang fokus pada peninggalan era kerajaan Islam di Pontianak.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin-Rabu
27-29 April 2026 dengan mengujungi sejumlah tempat yakni: Keraton Pakunegara
Tayan, Masjid Jami Sultan Ayyub Sanggau, Istana Surya Negara Kesultanan Sanggau,
Kelenteng Hati Mulia, Rumah Asisten Residen Sintang, Istana Al-Mukarramah,
Masjid Jami’ Sultan Nata, Rumah Besar Wakil Panembahan Ade M. Djoen, Museum
Kapuas Raya dan Galeri Arsip Sintang, serta Rumah Betang Ensaid Panjang di
Kecamatan Kelam Permai.
Disela-sela kegiatan, pihak prodi yang diwakili langsung oleh Koordinator Program Studi Andang Firmansyah bersama
Raja Tayan ke-XIV Gusti Yusri, melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU)
terkait Tridarma perguruan tinggi (pendidikan, penelitian, dan pengabdian
kepada masyarakat). Dalam sambutannya Gusti Yusri berharap semoga kegiatan
kerjasama ini dapat membawa manfaat baik dari pihak keraton maupun untuk pihak prodi.
Gusti Yusri juga menjelaskan terkait sejarah Kerajaan Tayan dan Keraton Pakunegara
dimana kerajaan ini pernah mengalami tiga kali perpindahan tempat. Gusti Yusri juga
menyampaikan jika kerajaan ini memiliki banyak peninggalan sejarah berupa
artefak senjata meriam kuno. “Beberapa meriam kami dipinjam oleh kantor-kantor dan
markas TNI”, pungkasnya.
![]() |
| Kunjungan ke Keraton Pakunegara Tayan (27/4) (Dok. Katarina K) |
Sementara di Sanggau mahasiswa diajak
melihat peninggalan-peninggalan pusaka dari Istana Surya Negara Kesultanan
Sanggau berupa mulai dari senjata tradisional, pakaian kebesaran keraton, manuskrip,
heraldika, foto-foto lama, dan benda-benda lainnya. Hal menarik selama kunjungan
ialah mahasiswa mendapatkan banyak sekali informasi terkait sejarah-sejarah
lokal yang ada didaerah Sanggau dan Sintang sehingga hal ini dapat menambah
pengetahuan mahasiswa mengenai sejarah lokal.
Dalam wawancara bersama Nurmelda selaku
penanggung jawab kegiatan, menyampaikan
bahwa banyak sekali hal menarik terkait sejarah yang baru mereka ketahui. Seperti
lambang negara yakni Garuda yang ternyata terinspirasi dari patung Garuda yang
ada di Kerajaan Sintang. Melda, sapaan akrabnya, juga menyampampaikan agar angkatan
kedepannya dapat kembali menyelusuri sejarah-sejarah lokal yang masih belum banyak
di ekspos secara lebih lanjut. Hal ini dirasa penting dan menjadi peluang untuk
keperluan penelitian sejarah mahasiswa.
![]() |
| Mengunjungi Rumah Betang Ensaid Panjang di Kelam Permai, Sintang (Dok. Katarina K) |
KegiatanMelalui kegiatan ini diharapkan dapat memahami sejarah lokal secara mendalam, dan dapat menigkatkan rasa cinta teradap sejarah serta mengapresiasi warisan sejarah yang ada di Kalimantan Barat. Mahasiswa atau masyarakat umum yang terlibat juga terpantik untuk menjaga dan peduli akan kelestarian bangunan cagar budaya khususnya yang berada di Sanggau dan Sintang.
Editor: M. Rikaz Prabowo



0 Comments