Oleh:
Fadhilla & M. Adli Barryananda
Upaya mendokumentasikan dan memperkenalkan warisan sejarah Kalimantan Barat kembali dilakukan melalui Diseminasi Buku, Seminar, dan Pameran Ensiklopedia Bangunan Cagar Budaya Kalimantan Barat yang digelar di Aula Gedung Conference Universitas Tanjungpura, Sabtu (13/6).
"Untuk satu bangunan tua atau tinggalan sejarah, baik berupa situs, bangunan, maupun bentuk lainnya, memang memiliki aturan tersendiri. Bangunan-bangunan yang terdokumentasikan dalam buku ini telah memenuhi syarat untuk diklasifikasikan sebagai cagar budaya dan sudah ditetapkan melalui surat keputusan oleh pemerintah" ujar Anissa Januarsi, salah satu tim penyusun ensiklopedia, saat diwawancarai di lokasi kegiatan.
Meski telah mencakup hampir seluruh wilayah Kalimantan Barat, Anissa menjelaskan bahwa dua kabupaten belum masuk dalam edisi kali ini, yakni Kabupaten Bengkayang dan Kabupaten Sekadau. Hal ini karena objek-objek di Bengkayang masih berstatus Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) sehingga belum memperoleh SK penetapan resmi dari bupati, sementara pendataan di Kabupaten Sekadau masih belum dimasukkan ke dalam penerbitan edisi ini.
Proyek riset berskala nasional ini dapat terealisasi setelah dosen Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Tanjungpura, Haris Firmansyah, M.Pd., berhasil memperoleh pendanaan melalui program Dana Indonesiana Tahun 2024. Keberhasilan tersebut turut mendapat dukungan penuh dari Universitas Tanjungpura dalam pelaksanaan penelitian.
Anissa menjelaskan bahwa Kementerian Kebudayaan RI melalui program Dana Indonesiana mendanai penelitian ini dengan memperoleh dukungan pembiayaan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa peran LPDP tidak hanya terbatas pada penyediaan beasiswa pendidikan, tetapi juga mendukung upaya pelestarian kebudayaan melalui pendokumentasian warisan sejarah dan budaya.
"Dana Indonesiana itu pendanaannya disupport dari LPDP. Karena ini bagian dari upaya negara untuk mendukung pendokumentasian, pelestarian, baik itu cagar budaya, sejarah, kesenian, dan lain-lain. LPDP juga mendukung peningkatan IPM masyarakat, salah satunya lewat pendokumentasian bangunan cagar budaya seperti ini," jelasnya.
Dalam proses pengumpulan data, tim peneliti bekerja secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai pihak di lapangan. Mereka menggandeng instansi pemerintah terkait, seperti bidang kebudayaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinasi Pariwisata, serta Dinas Pemuda dan Olahraga, juru pelihara (jupel) atau juru kunci bangunan, masyarakat setempat, hingga komunitas pegiat budaya di berbagai kabupaten/kota sebagai narasumber lokal.
![]() |
| Halaman sampul Buku Ensiklopedia Bangunan Cagar Budaya di Kalimantan Barat |
Kabar baik bagi masyarakat dan pegiat sejarah, ensiklopedia ini dapat diakses secara gratis tanpa dipungut biaya. Namun, karena memuat dokumentasi visual beresolusi tinggi dari 55 bangunan cagar budaya, ukuran berkas digitalnya tergolong besar. Oleh karena itu, masyarakat disarankan mengaksesnya menggunakan perangkat dengan kapasitas penyimpanan dan layar yang memadai, seperti laptop, komputer, atau tablet.
Buku Ensiklopedia Bangunan Cagar Budaya Kalimantan Barat dapat diakses melalui pemindaian barcode yang tersedia di lokasi seminar dan pameran maupun melalui tautan yang dibagikan pada akun Instagram resmi @ecb_26. Sementara itu, versi cetaknya telah didistribusikan ke sejumlah instansi, antara lain Perpustakaan Provinsi Kalimantan Barat, Perpustakaan Nasional, Badan Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah Kalimantan Barat, Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat, dan Perpustakaan Museum Kalimantan Barat.
Melalui peluncuran ensiklopedia ini, diharapkan dokumentasi cagar budaya tidak lagi menjadi arsip yang sulit diakses, melainkan menjadi sumber pengetahuan yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. Dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan sebagai sumber belajar di lembaga pendidikan, data penelitian, atau acuan dalam pengambilan kebijakan. Dengan demikian, upaya pelestarian dan pengenalan sejarah Kalimantan Barat dapat terus berlangsung serta diwariskan kepada generasi mendatang.


0 Comments