![]() |
| Pelatihan penulisan sejarah populer 24 April 2026 (Dok. Abhinaya) |
Penyajian hasil telusur sejarah terus mengalami perkembangan dalam berbagai bentuk media dewasa ini. Meskipun kanal Youtube dan media sosial lainnya masih menjadi saluran yang tampaknya paling digemari dalam belajar sejarah, namun peminat dalam bentuk tulisan artikel sejarah populer selalu mendapat tempat.
Hal ini tidak terlepas dari pengemasan sejarah populer yang dikemas dalam gaya tulisan feature jurnalistik. Sehingga lebih mudah dicerna oleh khalayak, dibanding membaca tulisan sejarah di jurnal ilmiah. Selain itu, menulis feature sejarah yang kemudian disebut dengan sejarah populer dapat dilakukan oleh siapa saja tanpa harus melalui sejumlah metode sejarah yang ketat.
Untuk itu Majalah Riwajat mengadakan pelatihan penulisan sejarah populer, yang diikuti khusus oleh mahasiswa Pendidikan Sejarah angkatan 2023 dan Ilmu Komunikasi angkatan 2025 Universitas Tanjungpura (Untan). Kegiatan ini diselenggarakan bertahap , terdiri dari pemberian materi secara luring pada 17 dan 24 April 2026. Kemudian akan dilanjutkan pemberian materi secara daring dan mentoring hingga dihasilkan luaran berupa naskah sejarah populer.
![]() |
| Pelatihan penulisan artikel sejarah populer tanggal 17 Apriil 2026 (Dok. Hendra M) |
Pelatihan diisi oleh sejumlah pemateri. Judirho yang merupakan Ketua Lembaga Pers Mahasiwa Untan memberikan materi tentang dasar-dasar jurnalistik, sedangkan Kristoforus Bagas Romualdi yang merupakan dosen di Pendidikan Sejarah Untan membagikan pengetahuannya tentang menulis opini atau views. Materi tentang 'Mengenal Ilmu Sejarah' juga diberikan kepada peserta oleh M. Rikaz Prabowo selaku pimpinan redaksi Majalah Riwajat. Sedangkan untuk menambah wawasan sejarah global, Adityo Darmawan Sudagung selaku dosen Hubungan Internasional Untan memberikan materi tentang 'Isu Internasional Dalam Sejarah Dunia'.
Rencananya masih ada satu materi lagi yang akan disampaikan secara daring oleh Nurmisnawati selaku staf redaksi Majalah Riwajat tentang pencarian data-data sejarah. Vida Allira selaku peserta pelatihan mengungkapkan, kegiatan ini membuatnya lebih mengetahui tentang struktur-struktur penulisan sejarah populer agar menarik tapi tidak meninggalkan esensi fakta sejarah. Pada kesempatan lain, Pitri dan Gabriella juga menyatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dan menambah wawasannya dalam sejarah.
Melihat tingginya antusias peserta, kedepannya tidak akan menutup kemungkinan redaksi akan kembali mengadakan pelatihan penulisan sejarah populer. Rencananya akan dapat diikuti oleh segala kalangan atau umum.
Pewarta:
Abhinaya R.


0 Comments